15 Sekolah di Luwu Utara Terima Bantuan Pembangunan Fisik dari DAK 2024
MASAMBA – Sebanyak 15 sekolah di Kabupaten Luwu Utara mendapatkan bantuan pembangunan fisik melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun anggaran 2024. Hal ini disampaikan oleh Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani, saat peletakan batu pertama pembangunan DAK fisik 2024 yang dipusatkan di UPT SMP Negeri 5 Satap Baebunta, baru-baru ini.
“Total ada sekitar 15 sekolah yang menerima program ini, terdiri atas 4 SMP, 9 SD, dan 2 TK. Masing-masing sekolah mendapatkan bantuan pembangunan ruang yang berbeda sesuai kebutuhan,” jelas Indah Putri.
Pembangunan di UPT SMPN 5 Satap Baebunta mencakup ruang tata usaha dan ruang laboratorium. Indah Putri optimis proyek ini dapat selesai tepat waktu.
“Target penyelesaian hingga Desember 2024. Waktu yang tersedia cukup, namun perlu percepatan karena tantangan utamanya adalah cuaca. Apalagi, pola pelaksanaannya menggunakan metode **swakelola**,” tambahnya.
Indah Putri mengajak semua pihak untuk turut mengawal pembangunan ini, memastikan waktu dan kualitasnya sesuai standar.
“Perhatikan kualitas material dan bahan bangunan. Jangan sampai muncul masalah terkait material yang tidak sesuai spesifikasi. Begitu juga dengan kualifikasi pekerja konstruksi. Meski belum semua pekerja tersertifikasi, minimal libatkan dua hingga tiga pekerja terampil yang sudah bersertifikasi,” tegasnya.
Bupati perempuan pertama di Sulsel ini menegaskan bahwa pemerintah memiliki dua tugas utama, yaitu pelayanan primer berupa pendidikan dan pembangunan sekunder.
“Pendidikan adalah pelayanan dasar. Apa yang kita lakukan hari ini merupakan komitmen untuk terus menghadirkan pembangunan yang mampu meningkatkan kualitas pendidikan di Luwu Utara,” tutur Indah Putri yang hadir bersama Kepala Dinas Pendidikan, Misbah.
Daftar Penerima DAK 2024 di Luwu Utara
- **4 SMP**: Pembangunan ruang tata usaha, laboratorium, atau ruang kelas.
- **9 SD**: Pembangunan ruang kelas, perpustakaan, atau ruang guru.
- **2 TK**: Pengembangan fasilitas penunjang pendidikan anak usia dini.
Langkah ini diharapkan dapat mempercepat peningkatan mutu pendidikan di Luwu Utara, sejalan dengan visi pemerintah untuk menghadirkan pelayanan yang berkualitas bagi masyarakat.


Tinggalkan Balasan