Reel Density Analysis Kepadatan Simbol Mahjong Ways 2 Scatter Trigger Mapping Free Spin Mahjong Ways 2 Symbol Volatility Study Pola Pembayaran Mahjong Ways 2 Grid Expansion Effect Multiplier Mahjong Ways 2 Wild Frequency Mapping Distribusi Simbol Wild Mahjong Ways 2 Cluster Formation Index Pembentukan Klaster Simbol Mahjong Ways 2 Reel Transition Pattern Mode Free Spin Mahjong Ways 2 Multiplier Growth Model Dinamika Pengali Mahjong Ways 2 Symbol Drop Probability Probabilitas Simbol Tinggi Mahjong Ways 2 Spin Cycle Observation Pola Siklus Spin Mahjong Ways 2 Analisis Pola Momentum Spin Mahjong Wins 3 Fase Potensial Pendekatan Observatif Transisi Ritme Gates of Olympus Studi Dinamika Simbol Wild Konsistensi Sesi Digital Strategi Adaptif Pola Sesi Panjang Mahjong Wins 3 Analisis Sinkronisasi Visual Ritme Gates of Olympus Membaca Pola Scatter Aktif Indikator Perubahan Fase Pendekatan Sistematis Identifikasi Stabilitas Sesi Slot Digital Peran Variasi Tempo Spin Alur Permainan Mahjong Wins 3 Analisis Perubahan Pola Simbol Momentum Gates of Olympus Studi Ritme Interaksi Simbol Dinamika Sesi Digital

Dorong Ekonomi Lokal, Mahasiswa KKN-T Muhammadiyah Palopo dan Pemuda Desa Bawalipu Gelar Expo UMKM

LUTIM,VoiceNews.id – Mahasiswa KKN-T Posko 3 Universitas Muhammadiyah Palopo bersama Pemuda Desa Bawalipu melaksanakan kegiatan Expo UMKM.

Kegiatan ini merupakan salah satu dukungan dalam pengembangan potensi ekonomi masyarakat melalui kreativitas dan pemberdayaan UMKM lokal.

Kegiatan juga menjadi salah satu wadah bagi masyarakat, terutama ibu rumah tangga dalam mengembangkan produk olahan berbasis potensi desa sekaligus memperkenalkan hasil karya mereka kepada masyarakat luas.

Dengan mengusung tema “Bersatu, Berkarya, Berdampak”, kegiatan diawali dengan Seminar UMKM pada tanggal 19 April 2026 yang menghadirkan materi mengenai ekonomi kreatif, pemberdayaan hasil laut, bisnis digital dan pemasaran.

Pasca seminar, peserta akan dibagi menjadi lima kelompok yang didampingi langsung oleh mahasiswa KKN-T dan pemuda desa dalam proses pembuatan hingga pengemasan produk.

Dari proses pendampingan tersebut akan lahir berbagai produk olahan seperti dimsum ikan, otak-otak ikan, smoothie rumput laut, risol ikan dan kukis rumput laut.

Puncak kegiatan dilaksanakan pada tanggal 9–10 Mei 2026 melalui pelaksanaan Expo UMKM yang dirangkaikan dengan penampilan Tari Mappadendang serta penilaian produk UMKM oleh perwakilan Dinas Koperindag dan Dinas Perikanan. Kegiatan ini juga menghadirkan hiburan lagu daerah, senam massal, dan lomba senam.

Selain ajang pameran produk, Expo UMKM ikut menjadi ruang interaksi, pembelajaran dan penguatan kerja sama antara mahasiswa, pemuda desa, pemerintah dan masyarakat.

Kepala Desa Bawalipu melalui sekretarisnya mengaku sangat mengapresiasi pelaksanaan Expo UMKM tersebut.

“Kegiatan ini memberikan dampak positif bagi masyarakat karena mampu membuka wawasan baru mengenai pemanfaatan potensi lokal sebagai peluang usaha,” kata Yogi Pratama, Sekretaris Desa Bawalipu.

Yogi berharap kegiatan seperti ini tidak berhenti pada pelaksanaan expo semata, tetapi dapat menjadi langkah awal bagi masyarakat untuk terus mengembangkan produk UMKM secara berkelanjutan.

“Kami berharap produk-produk yang telah dihasilkan dapat terus dikembangkan, baik dari segi kualitas, kemasan, maupun pemasarannya. Pemerintah desa tentu mendukung setiap upaya yang dapat mendorong kemandirian ekonomi masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, Dosen Pembimbing Lapangan KKN-T Universitas Muhammadiyah Palopo Posko 3, Riyanti, S.E., M.Ak., menyebut dirinya sangat intens berkomunikasi dengan para mahasiswa KKN demi suksesnya kegiatan Expo UMKM tersebut.

“Sejak awal, mahasiswa terus berkoordinasi mengenai konsep, persiapan, hingga teknis pelaksanaan kegiatan. Ini merupakan salah satu bentuk implementasi pengabdian mahasiswa kepada masyarakat untuk menunjukkan jika mahasiswa tidak hanya hadir menjalankan program kerja, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” ucapnya.

Riyanti menyebut Expo UMKM dapat menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa sekaligus memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat Desa Bawalipu.

“Melalui kegiatan ini, mahasiswa belajar bagaimana bekerja bersama masyarakat, memahami potensi desa, serta merancang program yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” tuturnya.

Ia berharap masyarakat Desa Bawalipu bisa lebih percaya diri dalam mengembangkan usaha berbasis potensi lokal, mampu memanfaatkan kreativitas sebagai peluang ekonomi, serta memperkuat semangat kebersamaan dalam membangun desa yang lebih mandiri dan produktif.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini