Reel Density Analysis Kepadatan Simbol Mahjong Ways 2 Scatter Trigger Mapping Free Spin Mahjong Ways 2 Symbol Volatility Study Pola Pembayaran Mahjong Ways 2 Grid Expansion Effect Multiplier Mahjong Ways 2 Wild Frequency Mapping Distribusi Simbol Wild Mahjong Ways 2 Cluster Formation Index Pembentukan Klaster Simbol Mahjong Ways 2 Reel Transition Pattern Mode Free Spin Mahjong Ways 2 Multiplier Growth Model Dinamika Pengali Mahjong Ways 2 Symbol Drop Probability Probabilitas Simbol Tinggi Mahjong Ways 2 Spin Cycle Observation Pola Siklus Spin Mahjong Ways 2 Analisis Pola Momentum Spin Mahjong Wins 3 Fase Potensial Pendekatan Observatif Transisi Ritme Gates of Olympus Studi Dinamika Simbol Wild Konsistensi Sesi Digital Strategi Adaptif Pola Sesi Panjang Mahjong Wins 3 Analisis Sinkronisasi Visual Ritme Gates of Olympus Membaca Pola Scatter Aktif Indikator Perubahan Fase Pendekatan Sistematis Identifikasi Stabilitas Sesi Slot Digital Peran Variasi Tempo Spin Alur Permainan Mahjong Wins 3 Analisis Perubahan Pola Simbol Momentum Gates of Olympus Studi Ritme Interaksi Simbol Dinamika Sesi Digital

Armada Milik PT Rezeki Multi Energi Diduga Terlibat Penyalahgunaan Solar Subsidi

PALOPO,VoiceNews.id – Dugaan penyalahgunaan solar bersubsidi menyeret nama PT Rezeki Multi Energi, sebuah perusahaan transportir BBM industri yang armadanya rutin beraktifitas di jalur-jalur rawan distribusi BBM di Sulawesi Selatan.

Truk tangki perusahaan ini disebut kerap melintas di wilayah Luwu, Palopo, Luwu Utara, hingga Luwu Timur, daerah yang selama ini dikenal rawan kebocoran distribusi solar subsidi.

Mobilitas armada yang berlangsung berulang dan nyaris tanpa hambatan itu memantik tanda tanya besar tentang pengawasan aparat kepolisian dan Pertamina.

Dugaan pun menguat, solar bersubsidi yang semestinya dialokasikan bagi masyarakat diduga dialihkan menjadi BBM industri untuk menyokong kepentingan korporasi, termasuk sektor pertambangan.

Koordinator LSM Progres, Akhmad, menilai indikasi tersebut bukan sekadar kelalaian teknis di lapangan.

Ia menyebut adanya potensi pembiaran sistemik yang membuka ruang lebar bagi praktik penyelewengan BBM subsidi.

“Sulit membayangkan praktik seperti ini terjadi berulang tanpa ada pembiaran. Pengawasan seharusnya ketat, bukan justru longgar,” kata Akhmad, Kamis (8/1/2026).

Menurut Akhmad, lemahnya penindakan terhadap transportir yang diduga menyimpang berimplikasi langsung pada kerugian keuangan negara.

Ia menegaskan, solar subsidi merupakan instrumen kebijakan negara untuk melindungi masyarakat kecil, bukan untuk menopang aktivitas industri berskala besar.

“Jika solar subsidi justru dikonsumsi sektor industri atau pertambangan, maka yang dirugikan bukan hanya negara, tetapi juga rakyat,” ujarnya.

Ia juga menyoroti absennya langkah hukum meski pergerakan armada PT Rezeki Multi Energi disebut melintasi berbagai wilayah hukum kepolisian di bawah naungan Polda Sulawesi Selatan.

Kondisi itu, menurutnya, mengindikasikan lemahnya kontrol lintas wilayah terhadap distribusi BBM subsidi.

Akhmad mendesak Mabes Polri untuk turun tangan langsung dengan membentuk tim khusus.

Langkah itu dinilai penting untuk membongkar dugaan penyalahgunaan BBM subsidi secara menyeluruh, termasuk menelusuri rantai distribusi dan pihak-pihak yang diuntungkan.

“Tanpa intervensi serius dari pusat, praktik ini berpotensi terus berulang. Penegakan hukum harus dilakukan secara terbuka dan tanpa kompromi,” kata dia.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak PT Rezeki Multi Energi, aparat kepolisian, maupun Pertamina terkait dugaan tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini